Tugas Bahasa Indonesia
Shirleen L Halim
X.3/27
Pembunuhan Berantai
“Halo, semuanya selamat pagi, aduh...aduh...”
“Loh, bukannya kamu sakit? Kenapa hari ini masuk, dan ada apa dengan kakimu?”tanya Josie
“Oh iya, kemarin memang saya sakit, sedikit demam. Tapi pagi ini, anjing di rumah saya, itu si Hely, dia melarikan diri. Saat saya mengejarnya ke jalan, tiba-tiba di tikungan, sebuah mobil hampir saja mau menabrak saya, jadi saya terjatuh dan keseleo deh.”
“Kelvin, kamu sudah sembuh? Nah ini ada satu kasus yang harus kamu tangani.” kata Madam Adler.
“Maaf Madam. Hari ini saya datang karena mau izin lagi, anjing saya yang satu lagi, Holy, sepertinya dia sakit, jadi saya mau mengajaknya ke dokter.” Kelvin sambil menyeret kakinya, bergegas keluar untuk mengambil surat izin.
Kelvin adalah polisi yang baru dipindahkan dari divisi yang mengurusi keamanan lalu lintas ke divisi yang menangani kasus kriminalitas. Ia adalah polisi yang sangat buruk, dalam waktu 1 tahun ia sudah berpindah-pindah tempat ± 6 kali. Sekarang ia bekerja di divisi ini yang sekelompoknya terdiri dari 5 orang, sebagai ketua tim adalah Madam Adler, dan ada Josie, Lucas, Benji, dan dia sendiri
(Kring...Kring....) “Ya,halo. Saya Madam Adler dari divisi kriminalitas dan keamanan.”
“Selamat pagi, ini ada orang yang melaporkan bahwa telah ditemukan seorang mayat perempuan di pedalaman Convent.”
“Baik, tim kami akan segera pergi ke TKP.”
Madam Adler memimpin timya untuk pergi memeriksa TKP. Saat mereka tiba, tim forensik juga telah tiba disana. Terlihat seorang mayat wanita tergeletak di antara semak rerumputan, tangan dan kakinya diikat dengan tali tambang, matanya pun terbuka lebar dan memerah seperti telah melihat sesuatu yang menakutkan, mukanya membiru dan tubuhnya terbujur kaku. Para ahli forensik segera bekerja, ada yang mengumpulkan barang bukti dan ada pula yang mengautopsi mayat. Madam Adler dan timnya juga mulai bekerja dengan menginterogasi 2 orang pria yang melapor ke kantor polisi.
“Selamat pagi, saya Madam Adler kepala divisi kriminalitas dan keamanan, kalian berdualah yang pertama menemukan mayat?” tanya Madam Adler, sambil mengeluarkan kartu identitas kepolisiannya.
“Ya, perkenalkan saya Ted dan ini teman saya Jack. Kami sedang lari pagi, pada saat melewati daerah ini kami menemukan mayat perempuan itu, lalu kami segera menelepon polisi.” kata Ted dengan sangat percaya diri
“Apakah kalian pada saat menelepon, ada pergi meninggalkan tempat ini?”
“Tidak, kami menelepon menggunakan HP dan kami terus menunggu disini hingga polisi datang.” tukas Jack
“Apakah ada orang lain yang muncul saat kalian menunggu disini?”tanya Madam Adler
“Tidak, tidak ada satu pun.”
“Ya, baiklah, terima kasih.Josie bawa mereka ke kantor dulu untuk mengisi data-data pelaporan kasus ini.”
Ahli forensik juga telah selesai mengecek TKP dan mengambil barang bukti yang diperlukan. Mayat perempuan tersebut juga telah diangkut ke kantor polisi untuk diautopsi dengan lebih teliti lagi.
Siang hari, semua laporan mengenai barang bukti dan hasil pengautopsian mayat telah selesai. Dari tim forensik ada Tim Sir sebagai ketua dan dari tim Patologi ada Dr. Sam sebagai ketua. Mereka dengan Madam Adler bersama-sama membahas kasus tersebut.
“Korban meninggal sekitar pukul 11-12 kemarin malam, tangan dan kakinya diikat erat dengan tali tambang, dilehernya pun terdapat bekas ikatan tali tambang, mungkin pembunuh ini mencekiknya dengan menggunakan tali tambang.” kata Dr.Sam menjelaskan.
“Ya, di jari tangan korban yang terikat juga dipenuhi dengan tanah, sepertinya korban melakukan rontakan untuk melawan, tetapi usahanya sia-sia,”tambah Tim Sir
“Apakah tempat ini adalah tempat pembunuhan korban yang pertama? Maksudku apakah tempat ini adalah tempat pembunuhan yang sebenarnya atau korban dibunuh ditempat lain terlebih dahulu, baru dipindahkan ke tempat ini?”tanya Madam Adler
“Tidak, inilah tempat pembunuhan yang pertama. Karena kemarin malam kan hujan deras, pasti akan terlihat tanda-tanda apabila mayat tersebut baru dipindahkan, tetapi tidak ada.”
“Tim Sir apakah barang-barang bukti yang dikumpulkan dapat membantu.”
“Sayang sekali karena kemarin malam hujan deras, semua barang bukti tercuci bersih, sehingga tidak ada satu pun sidik jari yang terlacak. Dan kami juga menemukan adanya kandungan dari bahan pembersih, seperti pemutih pakaian. Sidik jari tidak akan bisa terlacak lagi jika telah terkena bahan kimia ini.”
“Huh, lagi-lagi bertemu jalan buntu.” Madam Adler kelihatan kesal, karena tidak ada hasil yang bisa membantu perkembangan pemecahan kasus ini.
“Setidaknya kita mendapat satu informasi, pembunuhnya bukan orang sembarangan. Ia dapat mengetahui bahwa bahan kimia dalam pemutih dapat menghapus sidik jari, setidaknya ia pasti orang yang terpelajar.”kata Tim Sir
Tiba-tiba Madam Adler menerima telepon dari rumah sakit, yang mengabarkan bahwa salah seorang rekannya telah memukul orang dan masuk rumah sakit.
“Maaf, dokter. Saya Madam Adler dari pihak kepolisian.”
“Ya, ini sepertinya ada rekan anda yang telah memukul orang dan sampai cukup parah, sehingga dibawa kesini. Dan ini kartu identitas kepolisiannya.”kata seorang dokter dengan sedikit bingung.
“Oh, ya. Terima kasih.” Madam Adler dengan terbelalak melihat kartu identitas itu, dan ternyata.........
“KAU!!! Kenapa kembali lagi. Kmau yang membunuh wanita itu, benar kan?” Kelvin seperti kehilangan kontrol, mencaci maki Jack yang tadi juga telah dipukulnya.
Madam Adler segera menarik Kelvin. “Apa yang kamu lakukan, apa kamu sudah gila?”
“Madam bukan aku yang gila, tapi dia. Kasus pembunuhan itu, dialah pelakunya. Pasti ! Cepat tangkap dia!”
“Madam anda lihat sendiri kan? Rekan anada ini sudah gila. Bagaimana dia bisa menjadi polisi? Saya ini orang baik-baik, dan saya yang menemukan korban, untuk apa saya membunuh wanita itu? Dan hari ini, rekan anda seorang polisi ini, datang memukul saya. Apa ini tugas seorang polisi? Memukuli masyarakat dengan sembarangan?” Jack dengan sangat marah terus menatap Kelvin dengan tajam.
“Apa kamu mau pura-pura lagi! Sekali kamu bisa lolos, tapi tidak akan ada yang kedua kalinya.”
“ Kelvin, cukup! Maaf Mr. Jack, memang ini kesalahan rekan saya, ia benar-benar sudah kehilangan kontrol. Tolonglah, anggap saja ini suatu kesalahpahaman.” kata Madam Adler sambil memohon.
“Huh... Polisi gila.” Jack langsung membuang muka dan pergi dari rumah sakit.
“Kelvin, kamu benar-benar sudah kelewatan. Polisi memukuli masyarakatnya dengan tanpa bukti kejahatan apapaun, apa kamu sudah gila? Pokoknya mulai besok dan seterusnya, kamu jangan pernah lagi muncul dihadapanku.” bentak Madam Adler.
Kelvin dengan sangat sedih dan kesal, lagi-lagi seperti kehilangan kontrol sembarangan memukul dan menendang ke meja ataupun kursi yang ada didekatnya.
Tetapi Kelvin tidak menyerah, ia terus menunggu diluar kantor polisi untuk menunggu Madam Adler. Akhirnya, Madam Adler telah selesai kerja, dan pulang.
“Madam, ada yang ingin saya bicarakan padamu.”kata Kelvin
“Bukankah sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan!”Madam Adle segera membuang muka dan meninggalkannya.
“Tunggu, tunggu, Madam tolong percayalah padaku. Ada hal yang sangat penting yang harus saya ceritakan.”
“Baiklah, apa yang ingin kamu bicarakan?”
“Bagaimana jika dibicarakan dirumahku saja?”
“Baiklah.”
Kelvin mengajak Madam Adler untuk mampir kerumahnya terlebih dahulu.
“Silakan masuk Madam, maaf masih sedikit kacau, belum dibereskan.” Tiba-tiba terdengar suara gonggongan anjing yang lantang, dan sepertinya Madam Adler juga sedikit terkejut.
“Wow, anjingmu benar-benar ada 2 ya?”
“Ya, ini si Hely yang kemarin melarikan diri, dan ini si Holy yang kemarin sakit. Ayo Madam masuklah, tidak perlu sungkan-sungkan.”
Madam Adler masuk, dan duduk di sofa ruang tamu, ia melihat banyak artikel koran berserakan diatas meja.
“Madam, inilah masalah yang ingin saya bicarakan padamu.Pembunuh dari kasus kemrin itu sebenarnya sudah di depan mata kita, yaitu Mr. Jack. Madam, anda boleh baca beberapa artikel koran itu. 10 tahun yang lalau saat saya masih bertugas sebagai polisis yang baik, saya pernah bertemu dengan kasus yang mirip seperti kasus yang kemarin ini. Pada ssat itu saya sudah tahu siapa penjahatnya, dan sudah ada seorang saksi mata yang bisa dijadikan bukti yang cukup mendukung. Tetapi saat di perjalanan menuju pengadilan, saksi mata tersebut mati tertabrak mobil. Apakah memang hanya kebetulan? Tidak mungkin bukan. Mr. Jack tersenyum bahagia karena tidak ada bukti yang mendukung bahwa dialah pembunuhnya. Setelah kasus itu aku menjadi sangat tertekan dan menjadi kacau seperti ini.”
“Ya, dan setelah itu Mr. Jack pindah ke Amerika kan, dan dia baru saja beberapa bulan terakhir ini kembali kesini. Sebenarnya tadi saya juga sudah ada mengecek sedikit mengenai Mr. Jack. Sepertinya masukanmu ini bisa diterima, karena setelah ia pindah ke Amerika, tidak ada lagi kasus pembunuhan wanita yang mirip seperti ini yang terjadi. Dan saat ia baru kembali lagi kesini, kasus ini muncul lagi.”
“Madam, terima kasih anda mau mempercayai saya.”
“Jangan bilang begitu. Saya juga mau minta maaf, tadi pagi siang sepertinya kata-kataku terlalu berlebihan.Besoklah datanglah ke kantor, kita harus bersama-sama memecahkan kasus ini.”
“Siap, besok saya akan datang melapor.”
Setelah pulang dari rumah Kelvin, Madam Adler bergegas menghubungi Tim Sir dan Dr. Sam dan menjelaskan masukan dari Kelvin dengan terperinci. Mereka bersama-sama mencari data-data pribadi Mr. Jack dan kehidupannya di Amerika
Keesokan harinya, tim forensik dan tom kepolisian bersama-sama mengadakan sebuah rapat lagi, yang membahas kasus pembunuhan seorang wanita kemarin.
“Kemarin kita telah menemukan adanya tanda-tanda siapakah pelakunya.Untung ada Kelvin yang memberikan masukan, sehingga kasus ini mendapat perkembangan. Kaus yang mirip seperti ini pernah ditangani Kelvin 10 tahun yang lalu, dan pembunuhnya adalah Mr Jack. Tetapi karena tidak ada bukti yang mendukung maka Mr.Jack tidak bisa ditangkap.”kata Madam Adler membuka rapat ini
“Ya kemarin saya, Madam Adler, dan Dr. Sam telah mencari data-data pribadi Mr. Jack dan kehidupannya di Amerika.” tambah Tim Sir
Ternyata Mr, Jack memiliki masa lalu yang sangat menyedihkan, keluarganya sangat kacau. Ayahnya memiliki selingkuhan diluar, hingga pada suatu hari ibu kandungnya mengetahui hal itu, dan pergi mencari selingkuhan ayahnya itu. Karena terjadi perkelahian, yang menyebabkan selingkuhannya itu terbunuh ditangan ibu kandungya. Ayahnya yang telah mengetahui hal itu, dengan sangat marah juga telah membunuh ibu kandungnya.
Dan telah didapatkan beberapa informasi dari kepolisian Amerika, bahwa dalam jangka waktu 10 tahun terakhir ini memang telah terjadi pembunuhan wanita yang mirip dengan kasus sekarang ini. Madam Adler menunjukkan data-datanya dan disertai dengan foto.
“Tunggu, lihat ini. Sepertinya kita menemukan hal baru.”kata Tim Sir sambil memandangi foto korban. “Lihat foto para korban ini, semuanya memiliki kesamaan, yaitu ada tahi lalat dimata kiri mereka. Dan lihat foto selingkuhan ayahnya itu, dimata kirinya pun juga ada tahi lalat bukan?”
“Jadi maksudnya, ia mengincar wanita yang memiliki tahi lalat dimata kirinya, karena dianggapnya sebagai perusak hidupnya. Mungkin saja, karena kehidupan masa lalunya yang sangat kacau sehingga mengganggu kejiwaannya.”tambah Dr.Sam
“Orang seperti ini biasanya akan terus melakukan pembunuhan, apalagi keberhasilannya yang terus berlimpah ini. Ia tidak pernah sekali pun gagal.” kata Tim Sir.
“Sekarang tidak ada bukti yang cukup untuk mengadukannnya ke pengadilan. Satu-satu jalan yang bisa kita gunakan adalah memancing dia keluar dengan mencari seorang wanita yang juga memiliki tahi lalat dimata kirinya. Lucas, dan Benji kalian segera carikan seorang wanita yang mau menjadi sukarelawan.”perintah Madam Adler.
Akhirnya ada seorang polwan, yang bersedia menjadi sukarelawan. Mereka segera menyusun rencana untuk memancing Mr. Jack yang akan melakukan kejahatannya lagi. Polwan itu bertemu dnegan Mr. Jack disebuah café, dan ia menyamar sebagai pegawai disana. Mr. Jack benar-benar tertarik pada wanita ynag memiliki tahi lalat dimata kirinya, ia langsung berkenalan dan meminta nomor telponnya.
Para polisi terus mengikuti Mr. Jack, untuk melacak gerak-geriknya. Tetapi telah lewat 2 hari, tidak ada tanda-tanda bahwa Mr. Jack ingin mengajak polwan yang menyamar tersebut untuk keluar, dsb.
“Kenapa begini, apa dia tidak ingin membunuh orang lagi? Bagaimana kita mau menangkapnya.”kata Lucas yang sudah berhari-hari menunggu diluar rumah Mr.Jack
“Sudahlah, Lucas kamu pulang saja dulu, nanti saya telpon Kelvin untuk menggantikanmu.”
“Oh, Madam tidak apa, saya hanya merasa sedikit kesal. Atau kita sudah ketahuan olehnya. Sehingga sementara waktu ini ia tidak melakukan gerak-gerik apapun?”tanya Lucas
“Huh, tidak tahu juga. Kamu pulang dulu saja. Nih, ada Benji yang masih menemaniku, nanti saya telpon Kelvin untuk menggantikanmu.”
“Terima kasih Madam. Ben saya pulang dulu ya, jaga Madam baik-baik.”Lucas sambil melambaikan tangannya memanggil taksi dan pulang ke rumah.
“Huh, Ben cuba kamu telpon Kelvin. Mengapa dari tadi kuhubungi tidak ada yang mengangkat.”
(Kring...Kring...) Tiba-tiba ponsel Madam Adler berbunyi
“Madam, ini Dr.Sam. Saya mendapat laporan bahwa Kelvin menghilang sejak kemarin.”
“Apa? Menghilang bagaimana mungkin?”
“Saya juga belum tahu jelasnya, kita disuruh Tim Sir untuk berkumpul di rumah Kelvin dulu.”
“Baiklah saya segera tiba. Benji kamu jaga disina ya. Saya harus berkumpul di rumah Kelvin dulu, katanya ia menghilang.”
Madam Adler langsung naik ke mobil dan bergegas menuju rumah Kelvin.
Sesampainya, semua anggota tim forensik juga telah berkumpul disekitar rumah Kelvin. Rumah Kelvin agak di pedalaman, dan dijalan menuju rumahnya ada tanah kosong yang sangat luas.
“Madam, lihat ini.” Tim sir menunjuk ke tanah dan terlihat ada bekas seretan. “Mungkin rencana kita gagal. Pembunuh tahu bahwa ia diikuti polisi dan ia menaruh dendam dengan Kelvin, sehingga ia ditangkap.”
“Tapi bagaimana mungkin, saya sudah 2 hari berjaga di depan rumahnya dan tidak melihat ia pergi kemana-mana selain ke kantornya.”
“Mungkin saja dia menyamar, sehingga kalian tidak tahu bahwa ia keluar rumah, dan menangkap Kelvin. Kami dapat menerka bahwa Kelvin telah ditangkap, karena ponselnya tergeletak disini.”kata Dr.Sam
“Ya, dan lihat ini bekas seretan ini. Mungkin Kelvin dipukul hingga pingsan dan ia dibwa dengan diseret. Tapi lihat, sampai sini bekas seretannya berhenti dan terlihat bekas tapak kaki yang begitu kacau. Mungkin Kelvin siuman, dan ia berusaha melarikan diri. Tapi terjadi perkelahian antara mereka berdua.”
“Lihat disana, ada dompet.” Dr.Sam berlari kearah dompet tersebut, mengambil, dan membukanya. “Dompet Mr.Jack, kenapa ia bisa menjatuhkannya?”
“Mungkin ini barang yang ditinggalkan Kelvin, dia berusaha untuk meninggalkan jejak.”
Dr.Sam membuka dompet tersebut. Dan didalamnya ada sebuah nota dari bengkel mobil. Dan bertuliskan nomor polisi mobil Mr. Jack
“Cepat hubungi semua divisi untuk mencari mobil dengan nomor polisi ini, 4177 ER.”kata Tim Sir
Madam Adler segera menghubungi semua divisi untuk mencari mobil dengan nomor polisi 4177 ER.
“Aduh, dimana ini?”
“Halo, kamu sudah siuman? Apa kabar, hah? Tidak terpikir bukan aku berani menangkapmu? Dan juga rencana bodoh apo yang telah kalian buat? Polisi bodoh. Tetap saja gagal.”
“Jack, kau! Kali ini kau tidak akan lolos lagi.”
“Hahaha......” Jack tertawa dengan terbahak-bahak, dan ia menunjuk ke sebuah kentong besar. “Gara-gara kamu, saya jadi dicurigai polisi. Lihat ruangan ini telah kusiapkan khusus untukmu .Hari ini aku akan menunjukkan sebuah acara yang sangat seru, yang dipertunjukkan untukmu.”
Jack membuka kantong besar tersebut. Dan seorang wanita muncul dari balik kantong tersebut. Wanita tersebut sangat pucat dan lemas
“Siapa dia?”tanya Kelvin dengan sangat terkejut
“Dia? Dialah yang akan kupertunjukkan padamu. Kamu ingin tahu bukan bagaimana cara aku membunuh wanita-wanita itu? Hari ini akun kupertunjukkan di depan matamu sendiri. Hahahaha.” Jack tertawa dengan terbahak-bahak kegirangan.
Kelvin berusaha mencari cara untuk melepaskan tali yang mengikat tangan dan kakinya, ia terus berusaha menggosok-gosokkan talinya pada sebuah besi yang ada disekitarnya. Tetapi Jack sudah mulai melakukan kejahatannya, ia terus mencaci maki wanita tersebut, dan menampar, memukulnya. Kelvin bertambah marah, dan akhirnya tali ditangannya dapat terpotong. Jack mengikatkan sebuah kantong plastik putih ke kepala wanita tersebut, wanita tersebut tidak dapat bernafas. Kelvin berusaha dengan sekuat tenaga untuk melepaskan tali yang masih mengikat kakinya. Tetapi semua sudah terlambat, ia melihat wanita tersebut lama-kelamaan melemas dan tidak bergerak.
“Argh........”Kelvin dengan sangat marah berusaha membuka tali dikakinya. Saat tali terbuka, ia berusaha untuk menolong wanita tersebut. Tetapi usahanya sia2, saat ia menarik kantong plastik yang menutup muka wanita tersebut, ia sudah tidak bernafas lagi. Kelvin dengan sangat marah terus memukul Jack. Tetapi Jack dengan sangat gesit mengeluarkan sebuah pisau dan menusuk ke perut Kelvin.
Tiba-tiba pintu didobrak, dan Madam Adler menembak kearah Mr.Jack, tangannya tertembak. Dr.Sam langsung masuk berusaha menyelamatkan korban, tetapi korban tidak dapat ditolong lagi. Kelvin juga pingsan tergeletak disana. Dan Mr. Jack ditangkap dan dibawa ke kantor polisi
Setelah ditusuk dengan pisau, Kelvin kehilangan banyak darah. Ia langsung dibawa ke rumah sakit untuk segera ditolong. Tetapi sayangnya kondisinya sudah sangat kritis, para dokter tidak dapat menolongnya lagi. Semua rekannya sangat sedih, tetapi juga sangat bangga karena kali ini Kelvin telah melakukan tugasnya sebagai polisi dengan baik.
Dilain pihak, Mr.Jack juga masuk kerumah sakit karena tangannya terluka akibat tembakan dari Madam Adler.
Madam Adler, Tim Sir dan Dr. Sam tidak dapat menunjukkan bukti yang mendukung bahwa Mr.Jack inilah pembunuhnya. Karena saat ia membunuh wanita terakhir di depan mata Kelvin, tidak ada orang lain sebagai saksi mata. Dan alat pembunuh wanita tersebut, yaitu kantong plastik itu, terdapat 2 sidik jari, sidik jari Mr.Jack dan sidik jari Kelvin. Kelvin berusaha menolong wanita tersebut pada saat detik terakhir, sehingga ia meninggalkan sidik jarinya disana. Mr. Jack juga tidak mengakui perbuatan, ia terus berkata bahwa pembunuh yang sebenarnya adalah Kelvin, dan ia menusuk Kelvin karena berusaha membela diri.
Lagi-lagi tidak ada bukti yang bisa mendukung. Pernyataan dari Mr. Jack juga dapat diterima. Akhirnya, para Tim Forensik mendapat surat izin untuk memeriksa rumah Mr.Jack
Tim Sir, dengan beberapa rekannya yaitu Ivonne, dan Victor memeriksa rumah Mr Jack.
Baru saja memasuki rumahnya, Tim Sir langsung menuju ruang tamunya.
“Kalian lihat kursi untuk pijat ini. Pada saat baru saja masuk ke tempat ini, kursi ini sudah terlihat aneh. Mengapa kursi ini mau menghadap tembok mengapa ia tidak menaruh televisi atau game. Dan lihat apa itu, semuanya adalah botol kaca yang disusun dengan rapi di tembok?”tukas Tim Sir
Ya, Tim Sir lihat diatasnya pun dipasang lampu sorot kecil. Untuk apa ini?”tambah Ivonne
Tim Sir langsung mencoba duduk di kursi pijat tersebut dan mengambil sebuah remote di sampingnya. Saat ia menekan sebuah tombol tiba2 semua lampu sorot kecil yang dipasang di langit-langit menyala, dan menyorot ke botol-botal kaca yang dipajang rapi di tembok.
“Apa ini?” Tim Sir berdiri dari kursi itu, dan mengambil salah satu botol kaca yang dipajang. Ia membuka salah satu botol kaca tersebut dan didalamnya berisikan kantong plastik. “Segera bawa semua botol-botol ini ke laboratorium kita.
Tim Sir melakukan percobaan dan ditemukan DNA dari kantong-kantong plastik tersebut, dan semuanya dicocokkan dengan DNA dari para wanita yang telah dibunuh itu.
Semuanya telah terungkap, Mr.Jack lah pembunuh berantai itu. Ia kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman mati
Semua anggota tim forensik dan kepolisian menghadiri upacara pemakaman Kelvin. Terlihat raut wajah mereka yang sedih, tetapi juga sangat bangga.
“Kelvin, kau istirahatlah dengan tenang. Itu, dua ekor anjing dirumahmu akan kujaga. Mereka semua penurut kok.”kata Benji sambil membawa 2 anjing Kelvin.
“Kelvin, terima kasih. Engkau benar-benar membuat kami semua bangga. Dan keberanianmu ini akan menjadi panutan bagi para polisi lain.” Madam Adler memberikan penghormatan terakhirnya.
